Jodohmu belum lahir atau sudah mati…

Beberapa tahun lalu, ada seorang rekan yang diledek karena masih membujang : Jodohmu durung lahir, nek ora wis mati. Semoga yang ngeledek dan yang diledek gak baca status ini. Gurauan itu jelas bukti kedekatan persahabatan saja, kepercayaan ketika bercanda, yang diajak bercanda tahu konten kata-kata tersebut ditempatkan dimana. Jadi bukan sekedar membully, tapi disana ada harapan supaya yang diajak bicara tidak betah membujang dan segera mendapatkan jodohnya….

Beberapa minggu kemarin, ada saudara lomba tenis meja di USM Semarang. Hari sabtu pagi Saya datang seperti polisi india jaman dulu , sampai disana pertandingan sudah selesai. Maaf kalau Mungkin film india sekarang sudah gak ada polisi lagi .

Tidak lama kemudian dikenalkan dengan pelatihnya, dan pembicaraan menarik dimulai dari sini.

Pelatih : Saudaranya ya?
Saya : Nggih, (saya mengira usia beliau sekitar 50an)
Pelatih : Sudah punya putra?
Saya : Alhamdulillah Sampun, pangestunipun sampun tigo (Alhamdulillah sudah, atas doa2 orang orang baik sudah punya 3 anak).
Pelatih : Sing mbarep umur piro ?
Saya : 10 Tahun Kelas sekawan (kelas 4), Adikipun 7 tahun, ingkang ragil 4 tahun
Pelatih : Anakku yo 3 mas, sing mbarep kelas 1 (6 tahun), adiknya (saya lupa), adike maneh umur 14bulan.

Saya cukup terkejut, wow, surprise… masih punya anak usia 14 bulan  tapi ada yang jauh lebih menarik lagi adalah sebenernya beliau berusia 72 tahun.
Beliau menikah dengan seorang wanita saat usia beliau 60 tahun, dan istri beliau seingat saya sekitar 20an (lebih muda daripada istri saya), yup terpaut 40 tahun saat beliau menikah!
Seleisih antara suami dan istri yg jauh pasti pernah terbaca di internet. Tapi bertemu langsung dengan pelaku sensasinya beda, ha3. Setelah 6 tahun menunggu momongan, akhirnya beliau mendapat momongan, karena itulah saat usia 72 tahun anak yang pertama usia 6 tahun. Saya tidak mengira usia beliau sudah 72 tahun, beliau kasih tips yg blm pernah saya lakukan (dasar pemalas hi3).

Pelatih : “Saya setiap habis makan (besar), jalan kaki minimal 30 menit.”

Mirip banget dengan yang saya lakukan, bedanya klo beliau 30 menit untuk jalan, saya 30 menit youtube-an leyeh2 siap – siap merem.

selisih 40 tahun membuat saya teringat guyononan teman saya “jodohmu belum lahir 

Cerita ini saya tutup dengan nasehat beliau : “percaya dan sabar dengan takdirnya Allah mas, pasti yang terbaik, saya ndak tau dikasih umur berapa lama lagi. Takdir Allah yang terbaik.”

Terbayang kesabaran beliau menunggu sampai usia 60 tahun menunggu jodohnya, dan masih harus menunggu lagi 6 tahun untuk mendapatkan momongan pertamanya…. karena ujian setiap orang berbeda – beda….

Teriring doa untuk rekan2 yang masih berikhtiar mendapatkan jodohnya maupun momongan, semoga dimudahkan, didekatkan, dan diberikan kesabaran…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *