Meskipun Aku Di Surga

Meskipun aku di surga

Mungkin aku tak bahagia

Bahagiaku tak sempurna

Bila itu tanpamu

Nggak sengaja denger lagu yang penggalan liriknya ada penggalan seperti diatas. Setelah browsing baru tau itu lagunya Padi – Tempat Terakhir. Padi yang sempat melegenda dengan Mahadewi saat aku SMA.
Kembali ke “Tempat Terakhir”, saya yakin itu hanya ingin melukiskan betapa kecintaan itu tak sempurna jika “Tanpamu”.  Tak perlu mengulas apa yang “salah” dengan lirik itu, karena saya bukan seniman, dan saya juga bukan ahlul ilmi. Ada yang mengusik saya tentang “Bahagiaku tak sempurna bila itu TANPAMU”.

Gombalan tingkat “dewa” !

Lalu saya kembali berselancar ke syaikh google dan menemukan :

Kenikmatannya tiada terkira. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ أَعْدَدْتُ لِعِبَادِى الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنَ رَأَتْ ، وَلاَ أُذُنَ سَمِعَتْ ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ ، فَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ ( فَلاَ تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِىَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ )

Allah berfirman: Aku sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang sholeh surga yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbetik dalam hati manusia.” Bacalah firman Allah Ta’ala, “Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (QS. As Sajdah: 17) (HR. Bukhari no. 3244 dan Muslim no. 2824)

Sumber : https://rumaysho.com/1689-4-sifat-penghuni-surga.html

Penggalan “ surga yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbetik dalam hati manusia. “. Perkenankan saya sedikit berandai – andai, jika suatu ketika mendapatkan telp dari CS sebuah produk dan mengabari kalau kita menang mobil mewah! Respon pertama jelas tidak percaya, mengganggap itu penipuan, lalu CS-nya minta kita ke luar dari rumah, dan pas buka pintu rumah ternyata jreng jreng mobil-nya bener-bener di depan rumah! Ada pegawai legal yang memang siap melegalkan Mobil itu menjadi milik Saya. Saya pasti benar – benar bahagia tak terperi. Lalu diminta mengendarai mobil mewah itu keliling kompleks, sambil diwawancarai bagaimana rasanya, lalu diliput dan seterusnya, Respon pertama jelas sangat bahagia, saking bahagianya gak sempet kepikiran apa -apa. Wajar kalau saya gak inget apa – apa saking senengnya….

Apalagi kalau sudah di surga, yang jauh dari sekedar mobil mewah, karena dipenggalan “Tidak pernah terbetik dalam hati manusia!”, dalam kenyataan saja kita gak pernah terbetik menang undian, seperti apa rasanya. Apalagi surga yang sudah jelas terang – terang keindahannya tak pernah terbetik dalam hati manusia. Bro, bayangkan keingananmu paling membuatmu bahagia, di surga lebih dari itu, karena tak akan terbetik keindahan itu dalam anganmu… !

Jadi rasanya kalau sudah di surga, gak mungkin saya sempet nogmong  “Bahagiaku tak sempurna Bila itu tanpamu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *